Seorang gadis pelayan hotel yang hamil menghadapi kerumunan yang menuduhnya menjual diri kepada tiga tamu dalam satu malam. Dia membantah tuduhan itu. Kemudian terungkap bahwa seorang wanita bernama Bu Linda telah menjebaknya agar 'menyembuhkan' Pak Rio dari misoginis. Pak Rio, yang tampak marah, mengusir banyak wanita yang dikirim untuk melayaninya dengan ancaman kekerasan. Sang pelayan, Weny, yang sedang dalam masa percobaan kerja dan sangat membutuhkan uang, akhirnya dipaksa masuk ke kamar Pak Rio untuk melayani, meski penuh ketakutan akan kemarahan pria itu.
Seorang wanita pelayan hotel bertahan dari pelecehan seksual oleh seorang tamu. Ia berulang kali menolak dan melawan, menyatakan ia hanya melayani kamar. Saat menelepon, bibinya memaksa ia pulang menikah karena sudah menerima mahar miliaran rupiah dari Pak Edi. Wanita itu terpukul karena keluarganya sudah mengambil uang kompensasi orang tuanya yang baru meninggal, lalu mengancam tidak akan memakamkan jenazah mereka jika ia menolak. Putus asa di makam orang tuanya, ia akhirnya menemui tamu hotel tadi. Ia setuju melayaninya dengan harga lima puluh miliar, sebuah tawaran yang diterima pria itu dengan syarat ia harus membuktikan nilainya.
Episode ini dimulai dengan seorang wanita yang ditanya oleh seseorang mengenai apa yang dilakukannya pada hari pertama kerja. Wanita itu diancam akan dibawa ke kantor polisi dan dituduh menjual diri. Situasi berubah ketika Pak Rio, orang terkaya di Oslo yang dikenal sebagai misoginis, datang memeriksa hotel tempat mereka berada. Saat menyambut kedatangannya, Pak Rio mengungkap bahwa dia mengakuisisi hotel ini untuk mencari seorang wanita berkostum pelayan di malam tertentu. Dia menyebut wanita itu 'serakah' dan mengungkap bahwa dia telah mentransfer 50 miliar kepada semua wanita yang ada di malam itu. Saat Pak Rio masuk ke lobi, seorang wanita yang menyambutnya terkejut dan mengenalinya, baru menyadari bahwa pria itu adalah Pak Rio yang sesungguhnya.
Awalnya, Weny mengira pernikahannya dengan Rio hanyalah sebuah perjanjian belaka. Dia pun berjuang keras untuk belajar dan mengembangkan diri, demi suatu hari bisa menjadi pendamping yang layak di sisinya. Setelah bertahun-tahun berusaha, ketika akhirnya Weny mencapai versi terbaik dari dirinya, sebuah kebenaran pun terungkap. Selama ini, tanpa sepengetahuannya, Rio diam-diam telah menyingkirkan setiap rintangan yang menghalangi jalannya dan dengan setia menopang segala impiannya. Dalam pelukan Rio, Weny menyadari bahwa cinta sejati bukanlah tentang menjadi sosok sempurna, melainkan tentang diterima sepenuhnya sebagai diri sendiri.
Di sebuah hotel, seorang karyawan baru (wanita) takut akan dipecat oleh Pak Rio karena tanpa sengaja menaiki ranjangnya. Saat ada anak kecelakaan saat makan, hanya dia yang menolong. Pak Rio menegur staf lain yang tidak membantu dan memberikan penghargaan enam juta rupiah padanya, sekaligus mempermalukan manajer yang lalai. Manajer marah dan mengancam akan membalas dendam pada karyawan baru tersebut. Karyawan baru itu lega karena Pak Rio tidak mengenalinya, sehingga pekerjaannya tetap aman, tetapi kemudian rekan kerjanya, Bu Lisa, menuduhnya berpura-pura lemah untuk merayu Pak Rio.
Seorang pelayan perempuan dipersekusi oleh rekan kerjanya setelah menolong seorang anak dan terjatuh ke pelakan Pak Rio. Mereka menuduhnya menggoda Pak Rio dan tidak tahu diri. Saat dia tiba-tiba muntah, kecurigaan meningkat; para koleganya berspekulasi bahwa dia hamil dan tetap ingin menggoda Pak Rio, menyebutnya tidak tahu malu. Mereka menangkap dan hendak membawanya ke ruang medis untuk pemeriksaan paksa, meski dia berontak dan menyatakan dirinya sehat. Di tempat lain, Pak Rio bertanya tentang identitas pelayan yang menolong anak di lobi tersebut. Asistennya melaporkan bahwa perempuan itu bernama Weny, berasal dari latar belakang tragis dengan orang tua yang baru meninggal dan banyak utang, sehingga terpaksa bekerja di sana. Sementara Weny masih berjuang melawan penangkapan, Pak Rio memerintahkan asistennya untuk membawanya menghadap.
Di sebuah hotel, seorang karyawan wanita bernama Weny dituduh menjual diri dan diduga menderita penyakit kelamin oleh seorang wanita berpangkat (Bu Lisa) dan pengawalnya. Mereka membawa Weny ke ruang medis untuk diperiksa paksa. Weny membantah tuduhan itu dan menyatakan dirinya tidak sakit, tetapi Bu Lisa tidak mempercayainya dan memerintahkan pengawal untuk menekan Weny ke ranjang serta membuka celananya untuk pemeriksaan. Weny berteriak meminta dilepaskan dan menyatakan tindakan mereka melanggar hukum. Namun, Bu Lisa marah dan memukul Weny, lalu memerintahkan pengawal untuk melanjutkan pemeriksaan paksa, meninggalkan Weny dalam keadaan terjepit tanpa pertolongan.
Awalnya, Weny mengira pernikahannya dengan Rio hanyalah sebuah perjanjian belaka. Dia pun berjuang keras untuk belajar dan mengembangkan diri, demi suatu hari bisa menjadi pendamping yang layak di sisinya. Setelah bertahun-tahun berusaha, ketika akhirnya Weny mencapai versi terbaik dari dirinya, sebuah kebenaran pun terungkap. Selama ini, tanpa sepengetahuannya, Rio diam-diam telah menyingkirkan setiap rintangan yang menghalangi jalannya dan dengan setia menopang segala impiannya. Dalam pelukan Rio, Weny menyadari bahwa cinta sejati bukanlah tentang menjadi sosok sempurna, melainkan tentang diterima sepenuhnya sebagai diri sendiri.
Awalnya, Weny mengira pernikahannya dengan Rio hanyalah sebuah perjanjian belaka. Dia pun berjuang keras untuk belajar dan mengembangkan diri, demi suatu hari bisa menjadi pendamping yang layak di sisinya. Setelah bertahun-tahun berusaha, ketika akhirnya Weny mencapai versi terbaik dari dirinya, sebuah kebenaran pun terungkap. Selama ini, tanpa sepengetahuannya, Rio diam-diam telah menyingkirkan setiap rintangan yang menghalangi jalannya dan dengan setia menopang segala impiannya. Dalam pelukan Rio, Weny menyadari bahwa cinta sejati bukanlah tentang menjadi sosok sempurna, melainkan tentang diterima sepenuhnya sebagai diri sendiri.
Awalnya, Weny mengira pernikahannya dengan Rio hanyalah sebuah perjanjian belaka. Dia pun berjuang keras untuk belajar dan mengembangkan diri, demi suatu hari bisa menjadi pendamping yang layak di sisinya. Setelah bertahun-tahun berusaha, ketika akhirnya Weny mencapai versi terbaik dari dirinya, sebuah kebenaran pun terungkap. Selama ini, tanpa sepengetahuannya, Rio diam-diam telah menyingkirkan setiap rintangan yang menghalangi jalannya dan dengan setia menopang segala impiannya. Dalam pelukan Rio, Weny menyadari bahwa cinta sejati bukanlah tentang menjadi sosok sempurna, melainkan tentang diterima sepenuhnya sebagai diri sendiri.