Putri Agung Dierja kembali ke ibu kota setelah 10 tahun berperang melawan Suku Yoda demi melindungi kerajaannya. Namun, dia mendapati putrinya, Tania, terluka secara emosional karena kehilangan ibunya selama masa kecil. Ketegangan muncul saat Dierja menghadapi kenyataan pahit bahwa janji suaminya untuk menjadikan Tania selir sang Putri Agung telah menimbulkan penderitaan. Dierja berusaha mendekati Tania yang menolak dan marah, sementara perintah untuk mengumpulkan pasukan mengindikasikan ancaman baru yang akan segera dihadapi, meninggalkan konflik keluarga dan politik belum terselesaikan.