Nala tiba-tiba pulang dan langsung berkonflik dengan suaminya, Edi Bhanu, yang kini menjadi Perdana Menteri. Nala menuduh Edi mengabaikan janji menjaga putri mereka, Tania, yang saat ini menderita akibat perlakuan buruk keluarga Bhanu. Edi menegaskan bahwa Tania pantas mendapat perlakuan seperti itu karena perilakunya yang buruk, bahkan ingin menikahkannya sebagai selir guru besar. Perselisihan memuncak saat Nala mengancam harga diri dan janji Edi, sementara ketegangan keluarga meningkat dengan tuduhan pengkhianatan dan perceraian yang mengancam keharmonisan keluarga Bhanu. Konflik ini membuka jalan bagi pertentangan besar selanjutnya.