Raja tiba di Kuil Usna untuk berdoa sebelum naik takhta tiga hari lagi, didampingi orang yang mendorong pentingnya restu Ibu Suri. Saat berdoa, seorang pria menyerang dengan hinaan, menuduhnya 'bocah bodoh' dan mengadang jalannya; Raja minta maaf dan bersikeras tak sengaja, sementara pengawal dan pendamping mencoba menengahi. Bentrokan lisan memanas, ada dorong-dorongan yang menghentikan prosesi dan membuat suasana menjadi kacau. Episode berakhir dengan prosesi terhalang dan reputasi Raja terbuka dipertanyakan, membuka ketegangan yang belum terselesaikan menjelang kenaikan takhta.