Di sebuah kuil, sekelompok pengawal mengusik seorang anak buta sampai Biksu Rafa turun tangan. Raja Timo — disebut calon Kaisar Latu — menyombongkan diri, memerintahkan anak itu bersujud dan menuntut permintaan maaf. Ketegangan memuncak ketika salah satu pengawal menyarankan membunuhnya dan bawahan mensyaratkan seribu sujud sebagai tebusan. Rafa menolak tunduk, menegaskan ia bukan lagi Kaisar Latu melainkan biksu, dan menolak memaksakan kehendak pada anak itu. Konflik berakhir dengan ancaman mencabut posisi calon kaisar Raja Timo, meninggalkan pilihan dan bahaya yang belum terselesaikan.