Episode dimulai dengan seorang wanita yang demam memohon Theo untuk tidak keluar; Theo ingin dekat tetapi dia menolak karena sedang melatih kesucian. Saat tasbih diberikan, aturan tentang mengembalikan butir menegaskan ketegangan rumah tangga. Ia mengakui tiga tahun menjadi istri penurut, memasak, menemani, dan menunggu, namun menolak berpura-pura lagi. Di hadapan Yohan ia menyatakan ingin kembali ke profesi; terungkap identitas lamanya sebagai Vivian, Ratu Kasus Kriminal. Ia memutuskan bercerai dan menegaskan Theo tak perlu tahu; mereka akan bertemu lagi di pengadilan. Di akhir seseorang mabuk meminta dijemput, meninggalkan urusan belum selesai.
Di episode ini, rumor tentang perasaan Theo terhadap Yuni memicu konfrontasi: kolega menyoroti bahwa Theo dulu memilih Vivi, sementara seseorang menuduh Yuni membantu Vivi menggugatnya sehingga ia kehilangan sebagian besar harta. Theo diganggu dan ditanya keadaannya, lalu muncul tawaran mengejutkan dari seorang pria yang menyatakan 'aku akan bertanggung jawab' dan meminta Yuni menikah, berhenti kerja, menjadi asisten hidupnya dengan uang saku Rp100 juta per bulan. Yuni ragu, ada klaim bahwa 'dia takkan meninggalkanku', dan episode ditutup ketika sebuah dokumen berlabel 'tanda tangan ini' disodorkan padanya; keputusan Yuni tentang menikah dan syarat itu masih menggantung.
Episode ini dibuka saat seseorang memberi selamat kepada Theo — mereka menunggu masa tenang satu bulan hingga akta cerai keluar agar bebas. Di kunjungan berikutnya dokter mengonfrontasi Theo yang mengaku tak tertarik pada wanita lain selain Yuni. Dokter menyebut obsesi itu penyakit psikologis dan menawarkan pengobatan sederhana, namun Theo menolak, bahkan berkata 'jangan sembuh saja selamanya' dan menegaskan menikah selain Yuni sama saja. Konflik antara diagnosis dan penolakan Theo memuncak; keputusan Theo menolak disembuhkan meninggalkan perceraian dan hubungan masa depan tergantung pada obsesinya terhadap Yuni.
Yuni datang ke rumah meminta Theo menangani gugatan cerainya karena tak ada pengacara yang mau menerimanya. Theo awalnya menolak, menganggap itu bukan keahliannya dan takut merusak reputasi, tetapi akhirnya menerima dan memerintahkan agar semua kasus lain diserahkan, serta minta Yuni siapkan tur konsernya. Rekan mereka menyarankan Vivian, musuh bebuyutan Theo yang berpengalaman memenangkan perceraian, sebagai alternatif. Namun disebutkan harga diri Theo tinggi; menerima saran itu berarti mengakui keterbatasan. Episode berakhir dengan ketegangan apakah Theo akan benar-benar meminta bantuan Vivian atau mempertaruhkan nasib kasus Yuni.
Episode dimulai saat Yuni kesulitan menghubungi Vivian; orang di dekatnya tak menyimpan nomor Yuni, dan seseorang menolak meminta nomor baru karena 'identitasku sebagai Vivian akan ketahuan'. Di sela itu, pihak mereka membahas gugatan cerai Jerkan: Nona Yuni diberitahu penggugat harus menyerahkan bukti, dan seorang lulusan hukum mengenali kasus serupa dimana pengacara memakai ketentuan keadilan internasional. Theo menawarkan Yuni tinggal sementara di rumahnya; Vivi diminta menyiapkan kamar samping. Yuni terharu—mereka selama ini tidur terpisah—sementara bukti perceraian dan risiko terbongkarnya identitas Vivian tetap menggantung.
Episode dibuka saat Vivi dan Yuni datang ke kamar yang memicu konfrontasi: Yuni mempertanyakan apakah itu kamarnya dan menuduh Vivi memonopoli kamar utama. Percakapan mengungkap Theo tidak tidur atau mencintai Yuni, sementara Yuni mengaku menikah dengan pria kaya demi uang dan mengancam cerai untuk mendapatkan 70% harta. Vivi menegaskan kamar memang miliknya. Theo diminta menyerahkan data, lalu Yuni memutuskan kembali ke sisi Steven meski dia memukulnya. Tuduhan bahwa air mata Yuni palsu (pakai obat mata) meninggalkan kecurigaan yang belum terjawab.
Episode dibuka dengan Yuni yang menangis; terungkap dia baru mengalami KDRT dan akan tinggal di rumah ini sebagai tamu. Theo terlibat percekcokan; Yuni takut dan seorang wanita menemaninya. Seseorang membantah telah berbuat salah lalu menunjukkan deretan mutiara—hitungannya menunjukkan masih delapan—lalu mengantar satu orang ke kamar sebelum ancaman "kau akan menyesal." Penghuni lain meminta agar Yuni tidak disakiti dan menolak agar pindah, karena itu akan membuatnya merasa bersalah. Di sisi lain, ada kekaguman pada Vivian; Vivi diberi jaminan posisinya sebagai nyonya tak akan tergeser—episode berakhir saat Vivi bertanya, "Kalau aku adalah Vivian?"
Vivian muncul sebagai penolong Yuni dalam upaya perceraian: ia menghubungi Tuan Theo, mengirim data yang diperlukan, dan memberi tahu Yuni bahwa dengan dukungannya perceraian bisa berjalan. Saat undangan makan siang yang melibatkan Yuni dipersiapkan, orang lain memperingatkan Vivian agar tidak membuat masalah. Vivian meremehkan peringatan itu dan terang-terangan mengatakan tujuannya—mendapatkan akta cerai dan sebagian besar harta Yuni. Di sela itu, keluarga dan anak memuji latar musik Yuni: murid jenius, juara piano, penerima guru terkenal. Keputusan Vivian menaikkan taruhan sebelum pertemuan makan siang yang akan menguji rencananya.
Di restoran, sekelompok teman—Aya, Theo, Yuni, dan Vivi—berkumpul saat gosip tentang perasaan Theo memicu kegelisahan; Aya dihentikan karena perempuan yang dibahas sudah menikah, dan keheningan Theo dianggap jawaban. Seorang pelayan mengungkap bahwa setelah Yuni pergi ke luar negeri Theo sering memesan makanan kesukaan Yuni dan duduk sendiri, lalu menyatakan mereka akan segera menikah. Theo mendorong Vivi mencicipi hidangan, tapi Vivi mengaku alergi seafood dan mempertanyakan kenapa Theo sering memasakkan ikan dan udang untuknya. Theo menjawab 'karena kau suka', lalu Vivi menuduhnya tak pernah peduli pada apa yang ia suka, meninggalkan ketegangan yang belum terjawab.
Di rumah sakit, Yuni, seorang pemain piano, dirawat karena ujung jarinya terluka; pacarnya—seorang pengacara—menggantikan perban, mencium tangannya, dan tampak sangat perhatian hingga menjadi bahan gosip staf. Para perawat membandingkan itu dengan nasib Vivi, pasien luka bakar parah yang sepi dan tidak menerima kunjungan. Vivi kecewa karena Theo bahkan tidak mengirim pesan. Ia mengatakan akan segera pergi dan sudah mengikhlaskan hubungan mereka. Konflik episode ini muncul dari kontras perhatian terhadap Yuni dan kesendirian Vivi; akhir menimbulkan ketidakpastian karena keputusan Vivi belum diuji oleh reaksi Theo.