Doni tegas melindungi putri dan istrinya, mengancam siapa pun yang menyakiti mereka, meski ibunya memperingatkan bahwa keluarga Sindo bisa mengusir mereka setelah memperoleh harta keluarga. Ketegangan keluarga meningkat saat Doni memutuskan keluar dari Keluarga Sindo dan berjanji akan merawat mereka tanpa ketidakadilan. Namun, istrinya mempertanyakan keseriusan Doni hingga mengajukan perceraian dan membawa putrinya pergi. Doni memohon diberi kesempatan terakhir, sementara ibu mereka pingsan karena kelaparan, memaksa ayah mencari makanan demi menyelamatkan situasi yang kian sulit. Konflik keluarga dan janji perlindungan Doni menjadi pusat drama, meninggalkan ketidakpastian nasib mereka.