Sinta menegur Wulan karena lalai memeriksa jumlah penumpang, menemukan kursi 2A kosong padahal Wulan mengklaim semua penumpang sudah naik. Saat itu, seorang dokter membawa jantung donor terpaksa harus naik agar operasi transplantasi dapat dilakukan tepat waktu. Sinta meminta kapten Yusach menunda lepas landas untuk menunggu dokter tersebut, namun awak pesawat menolak membuka pintu kabin karena risiko pelanggaran aturan. Wulan mulai curiga rencananya ketahuan. Meski risiko besar, Yusach tetap memutuskan untuk menjalankan pesawat tanpa menunggu, meninggalkan masalah penumpang yang belum terselesaikan.