Episode dimulai dengan perintah 'Bakar semuanya' dan pengakuan bahwa ketulusan tak selalu berbalas. Setelah kehilangan anak, seorang wanita menghadapi Niko—mempertanyakan lima tahun hubungan mereka dan menuduh ia tak pernah mencintainya. Ancaman 'Kau mati saja' terucap, dan kekhawatiran tentang kesuburan muncul: 'Anaknya nggak selamat. Mungkin susah punya anak lagi.' Konflik memuncak saat wanita itu menyerah: ia memenuhi keinginan Niko, memberi kebebasan, dan berjanji tak akan mengganggu lagi. Episode berakhir dengan kepergian yang dipilihnya, meninggalkan keputusan Niko dan konsekuensi rumah tangga yang belum terselesaikan.