Episode dimulai saat Niko tampak melamun dan seorang wanita terus memanggilnya. Ia menawarkan kepiting yang ibu bilang favorit Niko, tapi ia menolak karena malas mengupas; wanita itu menunjukkan kuku barunya dan berjanji akan mengupas ke depannya. Suasana berubah ketika wanita mengingatkan Niko untuk patuh, menegaskan "kau itu tangan paling penting di Kota Hona" dan mencoba menghibur dengan "kalau dicium, nggak sakit lagi", yang dianggap kenak-kanakan. Ketika ketegangan personal meningkat, seseorang tiba-tiba mengenali sosok lain, "Bukannya ini Nona Sinta?", meninggalkan pertanyaan tentang konsekuensi kehadirannya.