Di sebuah perayaan, seorang wanita menghadapi Niko: ia mengaku mencintai Niko selama lima tahun, lalu mengatakan akan mundur dan memberi kebebasan. Teguran memotong suasana, seseorang menyuruh 'Cepat potong kue' dan seorang lain memperingatkan bahwa jika ibunya dipaksa melakukan hal yang 'nggak berguna' lagi, mereka akan cerai. Wanita itu menuduh lawannya dulu memaksa Niko menikah dan melarangnya bertemu. Sebagai titik balik ia menuntut agar tunangannya dikembalikan: 'kembalikan tunanganku?' Episode ditutup dengan ketegangan yang belum terjawab tentang tuntutan dan siapa yang akan menanggapi.
Di depan semua orang, Karin menuntut tunangannya dikembalikan dan menuduh Sinta sebagai 'putri haram' keluarga Kanya, memicu konfrontasi. Seorang wanita mengklaim Niko adalah suaminya, sementara Sinta menolak pergi; terungkap bahwa pernikahan dulu dipaksakan untuk menyelamatkan Niko dari jebakan yang bisa membuatnya dipenjara. Sinta mengacungkan pisau, Karin memaksa Niko menyatakan siapa yang ia cintai; Sinta berkata, "Kau." Niko kemudian mengaku selama lima tahun itu ia tidak pernah mencintainya. Karin marah dan mengancam, "Kau mati saja." Ketegangan berakhir tanpa jawaban tentang konsekuensi ancaman itu.
Karin dirawat setelah insiden melahirkan; Sinta dibawa ke rumah sakit sementara dokter menyatakan bayinya tidak selamat dan memperingatkan kemungkinan Karin sulit punya anak ke depan. Keluarga—ibu, Yuna, dan pihak keluarga Warren—bereaksi saling menuduh dan memberi dukungan. Seorang kerabat mengecam Niko karena terus 'ditipu' oleh wanita lain. Niko terpukul, mengaku tak sengaja dan berkata "aku kalah", sementara sebelumnya mengancam membalas keluarga Kanya jika sesuatu terjadi pada Karin dan cucunya. Karin memilih menyendiri, dan pernyataan terakhir "Akulah wanita yang paling kau cintai" meninggalkan konsekuensi Niko dan keluarga yang belum terselesaikan.
Seorang wanita menghadang pulangnya suami, Niko, dan langsung menyatakan bahwa anak mereka sudah nggak ada, memicu konfrontasi. Dia menuntut penjelasan lalu mengungkit bahwa kehamilan terjadi setelah Niko naik ke kasurnya saat dia mabuk dua bulan lalu, menyatakan marah dan penyesalan. Wanita itu bahkan mengaku tak menyukai anak itu, menyerahkan surat dan memerintahkan tanda tangan—mengajukan perceraian. Eskalasi dari pengungkapan kehilangan ke tuduhan dan tuntutan cerai menjadi titik balik yang memaksa Niko memilih, sementara keputusan perceraian tetap menggantung.
Episode dibuka saat pasangan Karin menyatakan, "Kita cerai saja." Konflik langsung: Karin mengakui kesalahan lima tahun lalu—dia mengaku telah memisahkan mereka, bertindak picik dan memanfaatkan situasi—dan menyatakan penyesalan. Pasangannya membalas dengan hinaan dan menolak permintaan maaf, lalu memerintahkan Karin untuk tidak muncul lagi, memperingatkan bahwa setelah bercerai tak ada yang mau menerimanya. Karin menegaskan harga dirinya, kemudian menjanjikan akan menghilang agar tak bisa ditemukan. Adegan ditutup dengan seseorang yang bertanya, "Ada apa dengan Karin hari ini?", meninggalkan kebingungan tentang kepergiannya.
Seorang pria menolak menerima kenyataan bahwa Karin ingin menceraikannya; dia yakin Karin mencintainya dan tak akan pergi. Di rumah, percakapan dingin berubah menjadi konfrontasi singkat: pasangan saling bersikap pasif-agresif—sang wanita menyambut pulang tapi ditolak; pria mengakui ia menolak menerima jawaban sejak awal. Eskalasi terjadi ketika seseorang melapor barang sudah dipindahkan, lalu memerintahkan agar foto pernikahan diturunkan dan dibakar. Perintah bakar semuanya menandai pemutusan simbolis hubungan itu. Episode ditutup dengan ancaman penghilangan jejak kenangan, memaksa pria menghadapi kehilangan yang segera berlangsung.
Episode dimulai dengan perintah 'Bakar semuanya' dan pengakuan bahwa ketulusan tak selalu berbalas. Setelah kehilangan anak, seorang wanita menghadapi Niko—mempertanyakan lima tahun hubungan mereka dan menuduh ia tak pernah mencintainya. Ancaman 'Kau mati saja' terucap, dan kekhawatiran tentang kesuburan muncul: 'Anaknya nggak selamat. Mungkin susah punya anak lagi.' Konflik memuncak saat wanita itu menyerah: ia memenuhi keinginan Niko, memberi kebebasan, dan berjanji tak akan mengganggu lagi. Episode berakhir dengan kepergian yang dipilihnya, meninggalkan keputusan Niko dan konsekuensi rumah tangga yang belum terselesaikan.
Pak Niko pulang dan segera menanyakan keberadaan Karin; para pembantu, termasuk Bi Tina, menjelaskan Karin sudah pergi beberapa hari dan tak diketahui ke mana. Mereka menemukan foto pernikahan yang membuat Pak Niko jijik, dan seorang pembantu menuduh Karin berakting agar terlihat nyata sambil membawa foto yang disukai. Selain itu, aromaterapi dan minyak esensial yang biasa dipakai juga hilang. Rencana untuk menghubungi atau memaksa pertemuan dibatalkan—'Nggak mungkin.' Titik baliknya: Karin pergi sambil membawa barang sentimental, meninggalkan Pak Niko dan Bi Tina kebingungan menentukan langkah selanjutnya.
Episode dimulai saat seorang pengantar diam-diam memberi Pak Niko kopi yang biasanya dibawakan Nyonya Karin karena Karin dilarang mengantarkan barang ke sana. Pengantar meminta Niko jangan memberitahu siapa pun dan berharap kopi itu disukai, lalu Karin disuruh keluar oleh seseorang yang menuduhnya terlalu mencintai Niko. Niko kemudian diminta menjelaskan kepergiannya; beberapa hari berlalu tanpa kabar. Di akhir, rekan memberitahu Niko bahwa Karin hilang dan mendesak 'cepat cari dia.' Kabar itu mengejutkan Niko dan memaksa dia mengambil tindakan yang belum terlihat akibatnya.
Episode ini dibuka dengan desas-desus tentang jasad wanita berwajah hancur yang ditemukan di pinggir laut; warga curiga itu Nyonya yang seminggu tak muncul. Seorang istri menjelaskan suaminya di BASARNAS melaporkan penemuan, lalu seseorang memerintahkan beberapa orang keluar dari Grup Warren. Di sisi lain Karin dituduh berpura-pura mati dan memanfaatkan ibu orang lain untuk menjatuhkan lawan, sementara Sinta mengaku sudah menikah meski Karin menyebarkan kabar mereka bercerai. Karin sengaja mendekati Sinta untuk menguji kesetiaan Niko dan menegaskan kali ini ia tidak mau kehilangan Niko. Episode berakhir dengan Niko terdiam, rumor mayat dan persaingan yang belum terselesaikan.