Edwin berusaha membeli 2.000 kilogram telur langsung dari peternakan ayam, meski awalnya dianggap melebih-lebihkan. Ia menyerahkan uang muka dan mendapat dukungan penuh dari teman-temannya yang mempercayainya. Edwin mengungkapkan ancaman serius: dalam dua hari ayam di peternakan akan mati massal akibat pakan beracun dari pedagang nakal. Mereka harus menjual semua telur sebelum bencana itu terjadi. Meski rahasia soal pakan beracun dirahasiakan, Edwin mengajak timnya berjuang bersama untuk mengubah bisnis kecil mereka menjadi usaha besar yang lebih menguntungkan.