Leo menolak menandatangani surat pelepasan rumah warisan orang tuanya meski dijanjikan kompensasi 8 miliar. Dia bersikeras rumah itu adalah kenangan serta satu-satunya tempat adik-adiknya bisa pulang. Paman dan bibi berusaha membujuk dengan uang, menganggap Leo bersikap keras kepala dan tidak realistis. Leo menolak jual rumah karena ingin menemukan dan menyatukan kembali keluarganya, walau dianggap sia-sia dan sudah lama mencari tanpa hasil. Ketegangan meningkat saat Leo secara tegas menolak tanda tangan, menantang mereka dan memperlihatkan tekadnya yang kuat. Konflik terkait nasib rumah dan keluarga masih menggantung.