Pertemuan keluarga Suvana dimulai dengan Tuan Besar mengusulkan Sera sebagai pewaris Grup Suvana, memicu protes tiga putranya yang mengejeknya sebagai "orang udik" dan menuduhnya anak luar nikah serta menilai keberhasilannya berkat sumber daya Suvana. Mereka merendahkan Roni dan meragukan kelayakan Sera. Sera menegaskan ia membangun perusahaannya dari nol, meraih juara ujian, dan yang mengakuisisi cabang Suvana adalah dirinya, bukan keluarga. Para anggota keluarga menuduhnya tak becus dan memperingatkan kebangkrutan perusahaan. Pertentangan soal hak waris dan ancaman kebangkrutan tetap menggantung, memaksa Sera menentukan langkah berikutnya.