Di rumah sakit, seorang wanita yang hamil menangis karena yakin Roni, bosnya, tidak akan menikahinya; ia menyatakan dirinya sekretaris sekaligus wanitanya dan merasa tak pantas. Terungkap Roni memintanya tetap di sisinya tanpa harus bekerja, sementara orang menuduhnya bos gila dan kapitalis jahat. Di kantor, muncul tagihan rumah sakit dan staf khawatir Grup Suvana akan mengambil alih. Bos menolak warisan Grup Suvana dan berjanji tidak akan membiarkan perusahaan tutup atau karyawan terbuang, namun tekanan dari Grup Suvana tetap menggantung sebagai masalah yang belum terpecahkan.