Ratna menuduh Maya mengincar hadiah nikah dan mencoba merebutnya dari keluarga tempat Maya numpang tinggal. Kak Arjuna mengonfrontasi Ratna, menyebutnya licik, dan memerintahkan agar semua hadiah dikembalikan atau ia akan melapor ke Prefek Ibu Kota. Ratna berdalih hanya mengembalikan 'hak' karena orang tua pilih kasih; Arjuna menegaskan ia hanya menyukai Maya, menyebut Ratna tak pantas jadi istrinya, dan berjanji memberi mahar lebih besar kepada Maya. Seorang pembantu memperingatkan Maya agar, setelah masuk istana, tidak membiarkan tindakan itu berlalu begitu saja. Ancaman lapor Prefek menjadi langkah menentukan nasib hadiah dan posisi Maya.