Nina berusaha menyelesaikan urusan pekerjaan dengan Sandi, seorang CEO yang memperlakukannya dengan kasar meski ia sudah berusaha keras. Nina diperintahkan mengirimkan data diri dan dokumen penting sebelum jam 7 pagi. Pada sisi lain, Sandi menuntut uang kompensasi cerai sebesar 6 triliun rupiah dan mengancam akan mempermalukan Nina lebih parah jika tidak segera dibayar. Nina merasa tertekan dan memutuskan untuk menghadapi konfrontasi langsung keesokan harinya. Konflik resmi ini menegaskan ketegangan yang terus memuncak antara mereka, dengan pertemuan penting yang akan menentukan nasib Nina.