Melisa menghadapi tekanan dari teman-teman sekelasnya yang memintanya mengenalkan kakaknya, namun ia menolak karena kakaknya sibuk. Saat Melisa merasa kesulitan menghindar, teman-temannya mulai mengganggu dengan memasukkan sesuatu ke dalam tasnya. Guru, Bu Yoana, menyuruh mereka berhenti dan mengingatkan agar para murid akur dan tidak sering mengadu, menegaskan bahwa ini bukan tempat bermain anak-anak. Konflik Melisa dengan kelompok tersebut belum selesai dan masih menimbulkan ketegangan yang perlu diselesaikan.