Setelah pertempuran melawan robot tempur, Sekar masih merasakan sakit dan meminta saudaranya membawa dia ke asramanya. Jeno, yang sebenarnya adalah Pangeran Kesembilan, mengaku menggunakan nama samaran untuk menghindari perhatian karena identitas kerajaannya. Namun, saat tiba di asrama, Sekar terkejut mendapati barang pribadinya dipindahkan ke Menara Bintang oleh pengawal atas perintah Cakran, suaminya. Asrama mereka diubah menjadi suite mewah dan pendaftaran tinggal bersama telah selesai melalui hak istimewa kerajaan, memaksa mereka untuk mulai hidup bersama secara resmi. Sekar mempertanyakan perubahan mendadak ini, menyoroti kontradiksi dengan keinginan Jeno untuk tetap tenang dan tak menarik perhatian.