Toni panik saat dua ilmuwan mempertanyakan cetak biru jet tempur yang dia bawa dari mahasiswa Universitas Sains Teknologi Barat Daya. Meski Bagas dan Candra penasaran dan tertarik, Komisaris Edi menolak ide bertemu pembuatnya. Saat pameran dirgantara dimulai, sebuah model jet tempur raksasa dan realistis menarik perhatian semua orang, termasuk Toni. Bagas menjelaskan teknologi lepas landas vertikal pada jet itu, namun saat Toni masuk ke kokpit untuk memotret, model itu tiba-tiba aktif, memunculkan sistem pengecekan otomatis dan alarm keras, menimbulkan kekhawatiran serius apakah ini benar-benar sebuah jet tempur nyata yang siap terbang.