Alarm darurat berbunyi di pameran ketika Bagas menyadari jet tempur Gen-6 yang dianggap model ternyata menunjukkan tanda-tanda aktif dan beresiko beroperasi. Toni, pilot yang mencoba mengaktifkan jet tersebut, terkejut saat sistem kokpit menguncinya dengan sabuk pengaman dan mesin mulai menyala dengan suara riil. Meski dua ilmuwan, Bagas dan Candra, awalnya skeptis bahwa jet tersebut asli, mereka jadi panik saat jet benar-benar lepas landas dan terbang ke ketinggian 18.000 meter. Edi diperintahkan segera menutup semua data terkait jet tersebut karena pesawat asing itu masuk wilayah udara tanpa izin, menimbulkan risiko besar yang belum terselesaikan.