Wina, yang kini buta setelah berjuang sendirian untuk Soka, meminta keadilan dalam sebuah upacara besar. Namun, Kaisar dan orang-orang di istana menuduhnya pura-pura dan mempertanyakan motifnya, menuduhnya ingin merebut tahta dengan licik. Wina menerima tuduhan itu dan mengaku siap menebusnya dengan nyawanya. Kaisar mengancam akan mencabut gelarnya jika dia berbohong. Pengungkapan mengejutkan muncul ketika Kaisar menyatakan mata Wina memang buta dan mungkin tak bisa disembuhkan, meninggalkan ketegangan tentang masa depan Wina dan hubungannya dengan Kaisar yang retak.