Fauzi berusaha menemani Wida yang baru keguguran, meski dilarang agar menjaga dirinya sendiri karena Wida sedang hamil. Wida mengaku suaminya berselingkuh dan berencana cerai sekaligus mengambil alih jabatan di perusahaan keluarga. Pak Lumban menyetujui proses pencopotan jabatan dengan syarat butuh waktu seminggu. Fauzi akhirnya tinggal lebih lama di rumah sakit karena kondisi darah tinggi ibu mereka yang masuk ICU. Pak Lumban membangun klub tembak untuk Wida sebagai kejutan, tetapi Fauzi mulai curiga dengan perubahan sikap Wida dan bertanya apakah ia menyembunyikan sesuatu. Ketegangan soal rahasia yang mungkin tersembunyi membuat situasi semakin rumit.