Pak Fauzi memanjakan istrinya, Bu Wida, dengan membangun klub tembak lengkap dan mendatangkan pelatih top dunia, Kenji Kenoto, sebagai hadiah spesial. Meski sifatnya romantis, ketegangan muncul saat Fauzi menyerahkan Bu Wida pada pelatihan menembak dengan amunisi asli, menantang kemampuan dan keberanian istrinya. Cellin, adik Wida yang sedang sakit, muncul dan menimbulkan rasa cemburu. Fauzi bertekad mendampingi Wida berlatih. Episode ini berakhir dengan situasi yang menguji keseriusan Wida di klub tembak dan keputusan Fauzi untuk ikut serta dalam latihan, membangun drama dan konflik personal yang belum selesai.