Episode ini dibuka dengan adegan persalinan intens di rumah sakit, di mana seorang wanita melahirkan anak laki-laki. Setelah bayi lahir, wanita tersebut memerintahkan seseorang untuk membawa bayi itu pergi, sambil menyebutkan bahwa jika bukan karena dia, Avin, seorang CEO, pasti sudah menikahinya. Ketegangan meningkat saat orang lain mengejar wanita itu yang segera meninggalkan rumah sakit tanpa bayi tersebut. Konflik berfokus pada nasib bayi dan hubungan rumit antara wanita yang melahirkan dengan Avin. Episode berakhir dengan pertanyaan menggantung tentang ke mana wanita itu pergi bersama bayinya.
Howie ketahuan bolos sekolah dan dimarahi ayahnya, namun lewat interaksi itu terungkap bahwa Howie sangat merindukan ibunya yang sudah lama hilang. Howie mengaku keluar untuk mencari ibunya karena tidak ingin hidup tanpa tahu siapa ibunya, sementara ayahnya pun hanya ingat bahwa ibunya mengenakan liontin giok berbentuk naga. Pada akhir episode, muncul dugaan mengejutkan bahwa wanita yang baru saja ditemui Howie mungkin adalah ibunya, membuka kemungkinan baru dalam pencarian keluarga mereka yang belum selesai.
Jeni kembali ke dalam negeri setelah meninggalkan pekerjaannya di luar negeri untuk menjenguk Bi Ana yang baru saja menjalani operasi. Namun, pertemuan mereka memunculkan ketegangan ketika Bi Ana mengungkit masa lalu, terutama terkait Arif yang dulu mencuri uangnya. Arif menuduh Jeni menggunakan uang operasi Bi Ana untuk berjudi dan masih berani meminta uang lagi. Konflik memanas dengan saling hina dan ancaman kekerasan, hingga seseorang mempertanyakan kewarasan Arif dan melindungi Bi Ana. Episode berakhir dengan situasi tegang yang belum terselesaikan antara Jeni, Arif, dan orang-orang di sekitarnya.
Setelah sebuah insiden kekerasan, seorang wanita bernama Bi Ana berhasil diselamatkan dan dibawa ke rumah sakit oleh seseorang yang peduli padanya. Seorang pria muncul dan mengaku sebagai putra Bi Ana, memintanya menerima dirinya sebagai anaknya karena sudah pernah menolongnya. Meski ragu, dia akhirnya setuju dan mereka pergi bersama demi keselamatan Bi Ana yang dianggap rentan sendirian di luar. Di sisi lain, Pak Avin diberitahu bahwa ibu kandung Tuan Howie sudah ditemukan, dan dia bertekad membawa ibu itu pulang agar Howie mendapat cinta seorang ibu, meski ia sendiri menolak memiliki anak. Ketegangan muncul saat mereka bersiap menghadapi perubahan besar keluarga ini.
Seorang pria mencurigai wanita lain dan mencari nomor teleponnya di ponsel istrinya, meyakini ada hubungan tersembunyi yang disangkal wanita tersebut. Setelah situasi tegang itu, wanita itu diantar pulang oleh pria lain bernama Howie, yang mengajak wanita itu tinggal di vila besar miliknya. Howie berusaha meyakinkan wanita itu untuk tetap tinggal, sementara wanita tersebut menolak dengan tegas, mengatakan, 'Aku bukan mamamu.' Konflik berlanjut dengan ketegangan antara penolakan wanita dan ajakan Howie, meninggalkan ketidakpastian soal keputusan wanita itu berikutnya.
Howie mengetahui bahwa wanita yang selama ini dianggap mamanya sebenarnya bukan ibunya, dan merasa kesepian karena ayahnya tidak menyayanginya serta kakaknya akan pergi. Wanita itu mencoba menghibur dan berjanji menjaga keluarganya serta mengajak Howie tetap kuat. Sementara itu, diketahui bibi Howie harus menjalani pengobatan di luar negeri dengan biaya tak terbatas, dan Howie berniat membalas kebaikan wanita tersebut sambil mulai bekerja di perusahaan milik ayahnya. Episode berakhir dengan keputusan Howie menerima kenyataan dan bertekad melindungi keluarganya.
Seorang desainer perhiasan dunia yang cantik dan berbakat direkrut langsung oleh Pak Avin di perusahaan baru. Para karyawan berspekulasi tentang kedekatan Pak Avin dengan desainer tersebut. Saat pertama kali bertemu, Bu Jeni tampak terkejut dan mempertanyakan kehadiran wanita baru itu. Pak Avin menyambut desainer itu dengan hangat dan mengajaknya berkeliling perusahaan. Namun, sikap Bu Jeni yang sinis dan pertanyaan 'Kenapa dia di sini?' menandai ketegangan yang belum terpecahkan antara mereka.
Howie, seorang anak yang merindukan figur maternal setelah kehilangan ibunya, terus memanggil wanita bernama Jeni dengan sebutan 'Mama' meski dia meminta dipanggil 'kakak'. Jeni merasa lelah menemani Howie bermain sepanjang hari dan menegaskan dirinya bukan pengabul keinginan. Sementara itu, Pak Avin, yang tampaknya ayah Howie, mengetahui kebiasaan Howie memanggil Jeni 'Mama' dan memutuskan untuk menemui Jeni. Ketegangan meningkat saat Pak Avin hadir, membuat Jeni cemas menghadapi kedatangan ayah Howie yang belum diketahui maksudnya.
Howie terlihat sangat ketakutan karena ayahnya yang dikenal keras dan dingin. Seorang wanita mencoba menenangkan dan menantang bagaimana reaksi ayahnya jika dia hadir di sana. Perhatian bergeser pada ketegangan keluarga saat mereka takut papa dan mama bertengkar lagi, namun Howie merasa sudah lebih berani menjalani tugasnya. Di tempat kerja, muncul staf baru bernama Jeni Moria yang disegani oleh Pak Avin, membuat para direktur pemasaran berusaha mencari cara mengusirnya. Jeni kemudian dipanggil ke ruang rapat untuk menghadapi tiga direktur tersebut, menandai konflik berikutnya yang akan berkembang.
Bu Jeni menghadapi kritik tajam dari rekan kerjanya yang mengejek sketsa desain musim semi buatannya dan mempertanyakan kemampuannya selama presentasi di kantor. Meski mendapat tekanan untuk segera pergi dan dianggap tidak berkompeten, Bu Jeni menantang dengan meminta waktu 30 menit dan kertas kosong untuk membuktikan kemampuannya menggambar. Saat waktu hampir habis, Pak Avin menunjukkan dukungan pada Bu Jeni, mengakhiri konfrontasi itu sementara Bu Jeni siap memperlihatkan gambar yang telah dibuat. Hubungan profesional mereka tetap tegang, menunggu reaksi atas karya Bu Jeni berikutnya.