Di sebuah lelang, kalung peninggalan ibu memicu konflik saat seorang wanita memohon agar tidak dilelang; petugas menyebut presdir Yudi menawar 'demi wanita tercintanya' dan Yudi mengumumkan ia pertaruhkan segalanya. Wanita menolak menerima hadiah demi harga diri—ia ingin Yudi benar-benar menyukainya, bukan hanya membeli perhatiannya. Setelah lelang terungkap bahwa Yudi yang membelinya, kalung sudah ditemukan dan diklaim oleh seorang wanita yang berseru kepada ibunya. Ketegangan tetap belum reda ketika seseorang memperingatkan Yudi, "Kau punya empat kesempatan lagi."