Seorang murid Master Pembantai yang sempat lolos kini ditangkap kembali; dia sudah diberi obat perangsang kuat namun masih melawan. Pemimpin kelompok, kaget bahwa dia bisa lolos, memerintahkan anak buah untuk maju, mengeroyok, dan menahan korban. Terjadi pergulatan di mana si tawanan berulang-ulang memohon 'lepas', sementara penjaga menolak, mengatakan perlu menahan lebih kuat. Seorang pria meremehkan ketakutannya dengan panggilan 'cantik', mengungkapkan balas dendam atas kesetiaan, 'berani mati demi cinta… kau akan kukebiri'. Pertarungan memuncak saat massa memperkuat cengkeraman mereka, menghalangi pelarian, dan episode berakhir tanpa penyelesaian.
Wiko, murid berbakat yang berhasil membuka Mata Ilahi, turun dari gunung untuk menemukan pemilik liontin lain, tunangannya. Di kota, ia tanpa sengaja menolong wanita itu, tapi justru dicap sebagai pria cabul karena salah paham. Julukan dan prasangka itu memaksa Wiko menghadapi kota yang penuh kecurigaan. Dari salah paham itu bermula perjalanan menegangkan: Wiko menelusuri sudut kota, memakai kemampuan luar biasanya untuk membuktikan kebenaran dan melindungi hubungan yang genting.
Wiko, murid berbakat yang berhasil membuka Mata Ilahi, turun dari gunung untuk menemukan pemilik liontin lain, tunangannya. Di kota, ia tanpa sengaja menolong wanita itu, tapi justru dicap sebagai pria cabul karena salah paham. Julukan dan prasangka itu memaksa Wiko menghadapi kota yang penuh kecurigaan. Dari salah paham itu bermula perjalanan menegangkan: Wiko menelusuri sudut kota, memakai kemampuan luar biasanya untuk membuktikan kebenaran dan melindungi hubungan yang genting.
Wiko, murid berbakat yang berhasil membuka Mata Ilahi, turun dari gunung untuk menemukan pemilik liontin lain, tunangannya. Di kota, ia tanpa sengaja menolong wanita itu, tapi justru dicap sebagai pria cabul karena salah paham. Julukan dan prasangka itu memaksa Wiko menghadapi kota yang penuh kecurigaan. Dari salah paham itu bermula perjalanan menegangkan: Wiko menelusuri sudut kota, memakai kemampuan luar biasanya untuk membuktikan kebenaran dan melindungi hubungan yang genting.
Wiko, murid berbakat yang berhasil membuka Mata Ilahi, turun dari gunung untuk menemukan pemilik liontin lain, tunangannya. Di kota, ia tanpa sengaja menolong wanita itu, tapi justru dicap sebagai pria cabul karena salah paham. Julukan dan prasangka itu memaksa Wiko menghadapi kota yang penuh kecurigaan. Dari salah paham itu bermula perjalanan menegangkan: Wiko menelusuri sudut kota, memakai kemampuan luar biasanya untuk membuktikan kebenaran dan melindungi hubungan yang genting.
Wiko, murid berbakat yang berhasil membuka Mata Ilahi, turun dari gunung untuk menemukan pemilik liontin lain, tunangannya. Di kota, ia tanpa sengaja menolong wanita itu, tapi justru dicap sebagai pria cabul karena salah paham. Julukan dan prasangka itu memaksa Wiko menghadapi kota yang penuh kecurigaan. Dari salah paham itu bermula perjalanan menegangkan: Wiko menelusuri sudut kota, memakai kemampuan luar biasanya untuk membuktikan kebenaran dan melindungi hubungan yang genting.
Wiko, murid berbakat yang berhasil membuka Mata Ilahi, turun dari gunung untuk menemukan pemilik liontin lain, tunangannya. Di kota, ia tanpa sengaja menolong wanita itu, tapi justru dicap sebagai pria cabul karena salah paham. Julukan dan prasangka itu memaksa Wiko menghadapi kota yang penuh kecurigaan. Dari salah paham itu bermula perjalanan menegangkan: Wiko menelusuri sudut kota, memakai kemampuan luar biasanya untuk membuktikan kebenaran dan melindungi hubungan yang genting.
Wiko, murid berbakat yang berhasil membuka Mata Ilahi, turun dari gunung untuk menemukan pemilik liontin lain, tunangannya. Di kota, ia tanpa sengaja menolong wanita itu, tapi justru dicap sebagai pria cabul karena salah paham. Julukan dan prasangka itu memaksa Wiko menghadapi kota yang penuh kecurigaan. Dari salah paham itu bermula perjalanan menegangkan: Wiko menelusuri sudut kota, memakai kemampuan luar biasanya untuk membuktikan kebenaran dan melindungi hubungan yang genting.
Wiko, murid berbakat yang berhasil membuka Mata Ilahi, turun dari gunung untuk menemukan pemilik liontin lain, tunangannya. Di kota, ia tanpa sengaja menolong wanita itu, tapi justru dicap sebagai pria cabul karena salah paham. Julukan dan prasangka itu memaksa Wiko menghadapi kota yang penuh kecurigaan. Dari salah paham itu bermula perjalanan menegangkan: Wiko menelusuri sudut kota, memakai kemampuan luar biasanya untuk membuktikan kebenaran dan melindungi hubungan yang genting.
Wiko, murid berbakat yang berhasil membuka Mata Ilahi, turun dari gunung untuk menemukan pemilik liontin lain, tunangannya. Di kota, ia tanpa sengaja menolong wanita itu, tapi justru dicap sebagai pria cabul karena salah paham. Julukan dan prasangka itu memaksa Wiko menghadapi kota yang penuh kecurigaan. Dari salah paham itu bermula perjalanan menegangkan: Wiko menelusuri sudut kota, memakai kemampuan luar biasanya untuk membuktikan kebenaran dan melindungi hubungan yang genting.