Nyonya Lita dihadapkan pada ancaman pelaporan ke istana karena merusak alat kerajaan yang berpengaruh pada prajurit di garis depan. Alih-alih menyerah, ia menuntut ganti rugi dengan memeras klinik-klinik yang kemudian tutup karena takut. Nyonya Lita membuktikan kecerdikannya dengan sukses memeras dan memperoleh dana 5 juta untuk membeli obat. Sebagai hasil dari aksi beraninya, ia diberi hadiah buku kedokteran tingkat tinggi yang membuka peluang baru. Namun, ketegangan tetap ada karena ancaman pelaporan masih membayangi dan hubungan dengan istana belum jelas.