Miko dan istrinya, Clara, menghadapi ketegangan setelah Clara merasa bersalah karena belum bekerja dan merasa membebani Miko. Miko meyakinkan Clara bahwa mereka pasangan sejajar dan mendukung satu sama lain, terutama saat luka Clara hampir sembuh dan dia memutuskan untuk bertemu Hilman guna mengurus urusan penting. Clara lalu mulai hari pertamanya sebagai staf baru di divisi penjualan dan bertemu dengan atasannya, Prito. Prito menekan Clara untuk menghadiri perjamuan keluarga Hutom yang kaya di Kota Jangga, menantangnya untuk membuktikan kemampuannya daripada mencari suami kaya. Clara bertekad membuktikan kapasitasnya, meninggalkan keputusan besar yang harus dia hadapi.