Yuli, seorang murid beasiswa di sekolah elite, menghadapi tuduhan tidak pantas menggunakan tablet terbaru yang dipinjam dari Seno, seorang siswa populer. Konflik muncul saat ada yang mengejek Yuli seolah menerima belas kasihan dari Seno, yang memicu pertengkaran tentang harga diri dan kemampuan Yuli. Meski ditekan, Yuli menegaskan bahwa nilai akademisnya tetap lebih baik tanpa alat elektronik. Ketegangan ini berujung pada sikap meremehkan dari teman-teman sekelas. Episode ini berakhir dengan suasana retak di antara murid beasiswa dan kelompok elite, meninggalkan ketidakpastian tentang penerimaan Yuli di lingkungan sekolah.