Di episode ini, para murid beasiswa menolak diperlakukan seperti pelayan saat diminta Yuli membeli banyak barang untuk mereka. Mereka berdebat soal apakah bayaran berupa ongkos jalan bisa menghilangkan rasa dihina. Yuli bersikukuh bahwa jasa titipnya adalah usaha demi mencari uang karena kebutuhan, walau mendapat kecaman atas pilihannya itu. Ketegangan meningkat saat seorang murid menantang jika mau mengganggu Yuli, harus menghadapi dirinya dulu. Episode ditutup dengan Yuli dikritik balik, memperjelas konflik mengenai harga diri dan kebutuhan materi yang belum menemukan titik damai.