Di sebuah kursi, seorang kakak dan seorang anak muda terlibat perebutan tempat duduk: kakak mengeluh badannya berat dan minta bantuan agar didudukkan, sementara anak muda menolak disentuh dan enggan mengalah. Percakapan berubah jadi saling tuduh—anak muda mengejek, kakak menegaskan kursi sudah didatanginya dulu—dan tawaran untuk menahan sampai belakang ditolak. Ketegangan meningkat saat nama Sinta disebut sebagai pihak yang mungkin bertindak jika mereka bergeser. Episode berakhir tanpa solusi: satu pihak tetap duduk dan menolak bangun, meninggalkan sengketa kursi yang belum terselesaikan.