Di kantor, kedatangan Sinta memicu kegaduhan: semua dihentikan saat dia mencari seseorang di tengah kegiatan kantor. Farhan tampak gugup dan menyangkal mengenal Sinta saat rekan menuduhnya. Mendadak Farhan mengumumkan pengunduran dirinya; kolega protes karena bos sudah merencanakan kenaikan jabatan menjadi wakil manajer. Manajer justru menyarankan agar Farhan pulang bersama Sinta dan tidak menghalangi keputusan itu. Rekan meminta Sinta 'bawa suamimu pulang', dan Sinta—atau seseorang—mendeklarasikan, 'Kau itu suamiku, kan?' Suasana canggung, klaim pernikahan itu menggantung, meninggalkan keputusan Farhan yang belum terselesaikan.