Nona Yuki menghadapi Santo yang mengancam nyawanya dan menuntut untuk melepaskan Seno yang ditahan. Meskipun Santo menganggap Nona Yuki sombong dan berani menentangnya, Nona Yuki tetap tenang dan menantang balik dengan memperingatkan Santo bahwa tubuhnya tak mudah dihancurkan. Konflik memuncak saat Santo memperingatkan Nona Yuki untuk membebaskan Seno dan berlutut meminta maaf, namun Nona Yuki justru menantang dan membalas dengan sikap percaya diri. Episode ini ditutup dengan ketegangan tinggi saat Santo bertanya apakah suara Nona Yuki lebih keras dari ancamannya, menunjukkan pertarungan sikap yang belum berakhir.