Nana mendapat pekerjaan baru yang memberinya vila untuk tinggal sendiri, namun sahabatnya khawatir karena Eric Finn, CEO Grup Finn tempat Nana wawancara, dikenal sebagai pria mesum yang suka menggoda anak magang dan memiliki banyak korban. Sahabatnya memohon agar Nana tidak pergi ke Grup Finn demi keselamatan dirinya, bahkan memberi uang muka desain sebagai dukungan. Setelah peringatan serius tentang reputasi buruk Eric yang tersebar di media sosial, Nana akhirnya berjanji untuk tidak menerima tawaran kerja di Grup Finn. Namun keputusan ini meninggalkan ketidakpastian soal masa depan karirnya.