Siska dan Toni tiba-tiba menghilang tanpa jejak, sementara pencarian glokku yang diperlukan untuk pengobatan Budi gagal di seluruh kota. Untuk mengatasi kebutuhan mendesak, mereka mencoba melamar sebagai pembantu di rumah Jendral, meski diketahui sulit diterima dan banyak pelamar sebelumnya belum pernah keluar. Ketegangan meningkat ketika keberadaan Jendral menjadi misterius, dan Siska merasa dihalangi bertemu dengannya. Tiba-tiba, Siska dikritik karena penampilannya yang dianggap tidak pantas, menunjukkan adanya rintangan sosial internal. Akhir episode menimbulkan pertanyaan tentang nasib mereka dan apakah mereka dapat memperoleh pekerjaan tersebut demi biaya pengobatan Budi.