Pak Gunadi, yang disebut si buta, dipaksa menghadapi jodoh yang canggung ketika neneknya memperkenalkan wanita dari desa. Di pertemuan itu seorang wanita mengejek kebutaannya lalu merayu kasar—'meski nggak bisa lihat, tapi badanmu bagus, bisa tidur sama aku'—sementara Andi meninggalkan lokasi bersama orang yang dikenalkan nenek. Wanita lain menyadari Pak Gunadi adalah calon suaminya dan berusaha mengejarnya. Nenek kembali menelpon mendesak pernikahan; Pak Gunadi minta waktu sendiri dan melarang diikuti. Adegan ditutup dengan teriakan peringatan yang menandai ancaman langsung terhadapnya, meninggalkan situasi belum terselesaikan.