Di malam hari, seorang pria (cucu sulung) dan seorang wanita (cucu menantu) tiba di rumah gelap setelah mengurus surat nikah; saat masuk salah satu mengeluh, "aku nggak bisa lihat." Nenek datang tak terduga, menegur mereka karena bersikap mesra, memuji menantu, lalu mengungkap: "cucu sulungku ini matanya agak bermasalah, kadang nggak leluasa bergerak," sambil meminta agar tidak mengeluh. Pasangan berusaha meredam kekhawatiran—salah satu menyahut, "Yang penting dia tidur sama aku"—meninggalkan ketidakpastian siapa yang akan merawat dan bagaimana kondisi itu akan memengaruhi rumah tangga baru.