Setelah terbangun dari koma delapan tahun, Ryan menegaskan keinginannya untuk segera menikahi Yuna, wanita yang merawatnya selama masa koma itu. Meskipun dokter memperingatkan agar Ryan menunggu pemulihan selama sebulan, dia bersikeras tidak ingin membuat Yuna menunggu lebih lama. Ryan berjanji akan melamar ke orang tua Yuna dengan tekad kuat, bahkan jika harus menggunakan kekuatan terbesar di dunia. Yuna, yang selama ini menunggu, tampak siap menerima niat Ryan, sementara para dokter dan keluarga masih ragu akan keseriusan dan kondisi fisik Ryan. Konflik muncul dari keinginan Ryan yang tergesa dan kondisi pemulihan yang belum sempurna, menciptakan tensi antara harapan dan kenyataan yang belum terselesaikan.