Yuna mempersiapkan diri untuk hari yang penting, saat lelaki yang telah lama ia tunggu datang untuk melamarnya setelah delapan tahun. Namun, sebelum itu, dia harus menghadapi penata rias yang meremehkan dan menuntut biaya tambahan karena kondisi wajahnya yang alami dan tangan keriputnya. Penolakan dan cemoohan tentang asal-usul serta kondisi keluarganya semakin memperburuk suasana. Meski begitu, Yuna tetap yakin dan siap menyambut momen istimewanya, sementara di balik sikap optimisnya, perasaan ragu dan ketegangan tetap mengintai menjelang pertemuan dengan keluarga lelaki tersebut.