Liam Asarin, seorang lansia dengan kekuatan konsep kelas S bernama Nol Mutlak, tiba di panti jompo dalam kondisi mengenakan baju tipis di cuaca ekstrem dingin, menimbulkan kekhawatiran pengurus. Meskipun awalnya terlihat rapuh, Liam menggunakan kekuatannya secara tidak terduga untuk memperbaiki barang-barang rusak di panti tersebut. Perubahan ini menandai titik balik, karena kekuatan Nol Mutlak yang sebelumnya keras mulai melunak berkat Proyek Senja Merah. Kepala panti, Yansen, dihadapkan pada tantangan mengelola ketidakteraturan antara tatanan dan kekacauan dalam rehabilitasi pasien berikutnya.