Sebuah titik singularitas entropi yang melanggar hukum alam muncul secara tiba-tiba di wilayah kekuasaan AEMC, memicu kekhawatiran akan kehancuran total. Pihak AEMC menuntut akses penuh untuk mengendalikan fenomena tersebut, tetapi dijawab bahwa titik itu sebenarnya adalah seorang penghuni di panti rehabilitasi khusus mereka, bukan ancaman atau senjata. Penjelasan ini memicu ketegangan karena dianggap menghina. Sementara itu, salah satu Kepala Panti sedang menjalani metode baru yang diyakini dapat menstabilkan singularitas tersebut, membuka jalan bagi perkembangan yang tak terduga dan belum terselesaikan.