Tim sepak bola ini hanya berhasil mengumpulkan 11 pemain, kurang dari standar 15 orang, namun siap mengikuti latihan gabungan pertama dengan strategi unik. Liam, yang memiliki mata minus tinggi, menjadi fokus karena kemampuannya diprediksi kuat secara teori namun terhambat kondisi penglihatannya. Pelatih Bu Lisa menginstruksikan taktik tidak biasa: pemain harus memanfaatkan kelemahan sebagai keuntungan dengan serangan cepat dan tak terduga, termasuk menendang bola dalam 3 detik dan mengarahkan bola pada area tertentu untuk menciptakan chaos. Meskipun latihan terkesan kacau, mereka didorong untuk tetap berusaha karena pertandingan resmi mulai mendekat, sementara lawan menunggu momen untuk memanfaatkan kekalahan mereka.