Shea mengajukan diri untuk diadopsi sebagai anak seorang wanita berkuasa yang belum memiliki pewaris gelar adipati, dengan janji akan setia dan melayani. Wanita itu menyetujui dengan syarat ketat, termasuk upacara resmi yang harus dihadiri seluruh keluarga sebagai saksi. Namun, seorang pria menentang rencana ini karena menganggap Shea tidak layak dan berencana mengusirnya saat upacara berlangsung. Di sisi lain, pria tersebut berencana mendapatkan keturunan melalui pinjaman benih agar gelar adipati tetap sah di tangannya, memastikan kontrol atas warisan itu tetap di genggamannya. Rencana konflik ini menimbulkan ketegangan yang belum terselesaikan.