Seorang ayah menghadap kaisar untuk memohon keadilan karena putrinya telah dibatalkan tunangannya dan dipukul oleh Putra Mahkota. Di sisi lain, sepupu si putri menuduhnya sebagai wanita berhati licik yang mendorongnya ke jurang. Saat semua orang mengira sang putri pura-pura pingsan untuk menjadi selir, dia tersadar bahwa dia telah masuk ke dalam sebuah buku sebagai tokoh figuran yang bakal mati mengenaskan beserta seluruh keluarganya. Dalam usaha untuk mengubah nasibnya, sang putri dengan berani menolak perjodohan dengan Putra Mahkota di depan kaisar dan malah mengaku memiliki pujaan hati lain. Untuk membuat penolakannya lebih kuat, dia bahkan menyebut nama Haikal, seorang kasim tinggi yang hadir di aula. Pernyataannya yang mengejutkan itu memicu kecurigaan dan kemarahan, namun sebuah sistem misterius tiba-tiba muncul, memberinya misi untuk segera mencium Haikal demi kelangsungan hidupnya. Dengan waktu yang hampir habis, sang putri pun bertindak, memicu reaksi penuh kekacauan di tengah aula istana.