Di episode ini, seorang pengacara dipanggil pulang oleh neneknya yang mendesak dia menikahi Yeni—seorang wanita dari firma hukumnya—atas alasan peruntungan dan keuntungan keluarga. Nenek memberi ultimatum emosional: menikah atau ia pulang dari rumah sakit dan 'tunggu mati saja'. Di rumah, keluarga menekan sang pengacara tentang usia, tanggung jawab pada adik yang hampir lulus, dan kebutuhan rumah; ibu menuduhnya bertanggung jawab atas kehancuran keluarga dan menuntut pengorbanan. Perdebatan memuncak dengan hinaan dan seruan 'cukup', sementara seseorang 'sudah nggak tahan', meninggalkan keputusan pernikahan dan nasib adik yang belum terselesaikan.