Seorang bawahan menemui bosnya larut pagi setelah masalah sebelumnya; ia gugup mengakui kagum namun menyangkal perasaan romantis karena takut diketahui. Percakapan mengungkap bahwa nenek bos memaksa pernikahan antara mereka sebagai solusi atas suatu masalah yang tak dijelaskan. Bawahan lalu menawarkan menikah dan bos setuju membantu, menyebut keputusan itu membuatnya terpaksa. Mereka membahas kondisi keluarga bawahan—ibu yang tergila-gila uang—sebagai komplikasi. Keduanya sepakat pergi ke Dinas Catatan Sipil besok untuk melegalkan pernikahan, meninggalkan konsekuensi keluarga dan ketegangan yang belum terselesaikan.