Di episode ini, Pangeran Bagas menghadapi ancaman langsung dari Santo yang menghunus pedang kepadanya, memicu baku serang antara dua kubu. Santo mencoba memaksakan kekuasaannya, namun Pangeran Bagas memperingatkan konsekuensi serius jika ia diganggu, menunjuk pada dendam dan pembalasan dari Raja Bedi. Situasi memanas saat ancaman perang terbuka makin jelas, dengan tekanan pada Santo agar menyerah demi keselamatan rakyat Dakar. Namun, sikap membangkang Santo menandai pertempuran yang bakal tak terhindarkan, meninggalkan ketegangan tinggi antara kedua kerajaan dan ancaman konflik besar yang segera meletus.