Di sebuah konfrontasi keluarga, istri menegur Jeno karena dianggap lemah, miskin, dan tanpa basis kultivasi, sambil menekankan bahwa uang dan kultivasi menentukan masa depan putri mereka, Alsa. Istri menuntut Alsa berusaha keras untuk ujian spiritual besok; Alsa menunjukkan kekuatan namun meremehkan ujian. Jeno terus minta maaf dan berjanji akan membimbing Alsa dalam kultivasi sebagai titik balik, tapi istri tak cukup puas. Istri sudah mendaftarkan Alsa les dan mendesak agar dibawa besok. Episode ditutup oleh pertanyaan soal menikah lagi dan keputusan Jeno yang masih menggantung.