Di ruang ujian, Pak Guru menghinakan ayah Alsa, menuduhnya tak punya 'inti spiritual' dan mengejeknya sebagai suami Bu Lisa, lalu menyatakan Alsa tak akan lulus karena asalnya. Hina-menghina memicu kemarahan; suara perintah muncul untuk 'habisi guru ini' dan ciptakan kekacauan sehingga pelaku bisa kabur, sehingga ancaman menjadi nyata. Pak Jeno meminta maaf atas keterusterangan dan memohon agar putrinya diberi kesempatan lagi; Pak Guru menolak menentukan nasib anak sendiri dan menyarankan Bu Lisa menjemput Alsa pulang. Keputusan akhir tertunda, sementara bahaya terhadap guru dan nasib Alsa menggantung.